Mengunjungi Konsultan dan Ahli Bedah Telinga, Hidung, & Tenggorokan, di Rumah Sakit Mount Alvernia

Sebagian besar dari kita akan mengalami suara serak setidaknya sekali seumur hidup kita. Hal tersebut pada umum karena terdapat begitu banyak faktor yang dapat melukai pita kotak. Sebagian besar kasus dari terjangkitnya suara serak dalam kategori akut (kurang dari 2 minggu) akan hanya memiliki satu buah penyebab. Tapi beberapa faktor yang biasanya diidentifikasi kepada pasien dengan suara serak yang kronis (lebih dari 2 minggu).

Pemecahan masalah pada seorang pasien dengan suara serak akan melibatkan sebuah pengawasan yang sangat rinci dan adanya penyakit yang mengintai dari pasien gaya hidup, kebiasaan, dan perilaku.

Sebuah Contoh Khusus

Tuan Tan, umur 30 tahun, berkonsultasi dengan saya karena dia khawatir dengan suara serak yang telah dideritanya selama 6 bulan. Suara serak yang dikaitkan dengan sensasi rasa sakit di tenggorokannya yang membuatnya sering batuk – batuk. Dia juga menderita hidung tersumbat yang telah dideritanya sejak dia masih anak – anak. Dia dipaksa untuk bernapas melalui mulut karena hidungnya tersumbat sepenuhnya, terutama ketika ia berbaring pada saat tidur di malam hari. Mr Tan mencoba menggunakan banyak obat yang berbeda termasuk antibiotik, tetapi tidak berhasil untuk mengatasinya secara baik.

Suara dari Tuan Tan menjadi lebih buruk di pagi hari ketika dia pertama kali beranjak dari tempat tidurnya, tetapi membaik karena dia bisa menggunakan suaranya pada siang hari. Namun suara itu tidak pernah benar-benar kembali secara normal meskipun dia beristirahat suaranya di waktu malam hari atau pada akhir pekan. Dia juga mengalami sebuah iritasi tenggorokan kronis yang membangunkannya di waktu malam hari. Dia khawatir bahwa masalah itu mungkin karena muncul dari kekhawatirannya mengenai kanker yang diderita ibunya yang baru saja meninggal dunia karena terkena kanker payudara.

Petunjuk Penyakit dari Pekerjaan, Gaya Hidup, & Kebiasaan

Tuan Tan bekerja sebagai pemburu klien. Dia telah di bidang ini selama 2 tahun. Pekerjaan ini sangat sibuk untuk dilakukan. Dia menempatkan waktu yang panjang untuk berburu klien untuk kandidat utama sebagai klien dari perusahaannya. Dia bekerja di sebuah kantor yang sangat bising tanpa partisi dan harus menerima telepon pada sebagian besar waktunya di kantor. Tugasnya membutuhkan banyak sekali pembicaraan untuk negoisasi. Di malam hari, Tuan Tan dihibur oleh mitra bisnisnya di tempat hiburan malam yang cukup mahal untuk membangun hubungan dan membicarakan bisnisnya. Sebagian besar tempat-tempat ini cenderung merupakan ruangan yang khusus untuk para perokok dan sangat berisik, dan mereka biasanya harus mengangkat suara mereka diantara kebisingan yang ada dalam rangka untuk membuat suara mereka dapat didengar. Dia juga dimanjakan oleh rokok dan alkohol. Agar tetap terjaga, Tuan Tan telah terpaksa untuk kebiasaan dalam meminum kopi juga.

Karena gaya hidup yang sangat sibuk, dia jarang memiliki waktu untuk memasak atau mendengarkan sesuatu di rumah. Dia kebanyakan makan diluar rumah, dan hidangan favoritnya adalah makanan yang pedas dan gorengan. Baru-baru ini untuk menghilangkan stresnya, dia juga mengambil sebuah hobi baru – yaitu karaoke.

Gangguan Pita Suara

Saya mengatakan kepada Tuan Tan bahwad ia memiliki gangguan pada pita suara. Penyakit tersebut didiagnosis dengan menggunakan nasoendoskopi serat optik untuk memvisualisasikan pita suaranya. Gangguan pita suara juga dikenal sebagai “Nodul Singer” atau “Nodul Screamer” karena mereka cenderung mempengaruhi orang lain terlalu sering dengan menggunakan atau menyalahgunakan suara mereka. Mereka sering terlihat pada orang lain dengan harus menggunakan suara mereka secara profesional seperti penyanyi, guru, pembicara, atau anak-anak yang berteriak sebagai sebuah kebiasaannya.

Bagaimana Cara Memilih dan Pengobatannya?

Sangatlah mudah untuk membuat sebuah diagnosis gangguan pita suara dan menghubungkannya dengan penyalahgunaan suara yang dimiliki oleh pasien. Hal yang sulit adalah untuk meneliti dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja, yang menjadi kebiasaan atau perilaku yang berperan dalam menyebabkan dan menimbulkan gangguan pita suara. Bahkan yang lebih menantang adalah untuk merekomendasikan solusi yang layak yang praktis dari sudut pandang si pasien. Tidaklah cukup untuk memberitahu pasien untuk “mengistirahatkan suara mereka”. Pengobatan dan penyesuaian perilaku harus disesuaikan dan dipilih untuk situasi khusus seperti yang dialami oleh Tuan Tan.

Bagaimana Saya Memecahkan Persoalan Tersebut?

  • Saya meyakinkan Tuan Tan bahwa dia tidak mengidap sebuah penyakit kanker. Saya juga menyarankan kepadanya bahwa gangguan pita suara tidak akan memburuk hingga menjadi penyakit kanker.
  • Saya menjelaskan kepada Tuan Tan bahwa antibiotik tidak akan membantu karena masalahnya disebabkan oleh faktor iritasi dan perilaku, dan tidak disebabkan oleh sebuah infeksi.
  • Saya meminta Tuan Tan agar mengikuti program anti-merokok.
  • Saya menyarankan dia untuk menghindari alkohol dan kopi karena keduanya cenderung membuat pita suara kering dan meningkatkan iritasi.
  • Tuan Tan tidak dapat mengubah kondisi pekerjaan pada siang harinya. Namun banyak yang bisa dilakukan untuk kegiatannya di waktu malam. Saya menyarankan dia untuk membawa rekan-rekannya untuk menggunakan tempat yang tenang, tempat yang tidak berasap sehingga mereka tidak harus menaikkan suara mereka selama percakapan.
  • Dia harus menahan diri dari minuman yang dingin dan makanan yang pedas, dan  makanan gorengan.
  • Saya merawat hidungnya untuk mengembalikan sisi patensi pada hidungnya, sehingga dapat mengurangi kebutuhan dari mulut untuk bernapas. Dengan berjalannya waktu, iritasi tenggorokan dan kekeringan dapat ditangani. Dia mulai batuk-batuk dan berdeham lebih jarang.
  • Dengan dorongan dan dukungan secara lebih lanjut, Tuan Tan mampu bertahan dengan terapi perubahan perilaku. Suara dari Tuan Tan mulai membaik, tapi dia juga diuntungkan dalam hal bantuan dari hidung yang tersumbat, iritasi tenggorokan, susah tidur, dan peningkatan secara umum dalam persepsi kesehatan.

Bagaimana Cara Mempertahankan Suara Anda Dalam Melawan Gangguan Suara?

Untuk melindungi suara anda dari gangguan suara, lakukan hal – hal berikut:

  1. Hindari merokok, orang yang merokok, dan tempat-tempat berdebu
  2. Hindari berteriak dan menjerit di acara olahraga
  3. Hindari mendiskusikan hal-hal penting dalam klub yang berisik atau bar
  4. Hindari batuk berlebihan atau berdeham
  5. Hindari bernyanyi atau berbicara keras jika anda memiliki radang tenggorokan akut
  6. Banyak minum air untuk melindungi pita suara anda dari dehidrasi
  7. Dapatkan perawatan akan penyakit sinusitis dan alergi anda. Pernafasan mulut yang kronis dan gangguan hidung dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan anda, membuat anda batuk – batuk dan melukai pita suara anda.

Suara Serak – Apakah Ini Hal Yang Serius?

Kadang-kadang suara serak bisa menjadi sebuah manifestasi dari munculnya kanker tenggorokan, kanker paru-paru, kanker tiroid, TBC atau kelumpuhan pada pita suara. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengecualikan penyebab – penyebab penting dari suara serak sebelum berpendapat bahwa hal – hal tersebut merupakan penyebab umum dari gangguan pita suara. Sangatlah penting bahwa tenggorokan anda harus diperiksa oleh Ahli Bedah Telinga Hidung, dan Tenggorokan jka situasi – situasi berikut ini muncul:

  • Jika suara serak berlangsung lebih dari 2 minggu
  • Jika suara serak yang berhubungan dengan batuk mengakibatkan keluarnya darah
  • Jika suara serak yang berhubungan dengan kesulitan dalam proses menelan
  • Jika anda memiliki benjolan di leher anda.