Para dokter di Amerika Serikat mengatakan bahwa bayi bisa mengalami masalah pernapasan yang parah

Sebuah laporan baru mengatakan Vicks VapoRub dapat membuat iritasi pada saluran udara dari anak-anak dibawah dua tahun, dimana bisa menyebabkan peningkatan produksi lendir dan radang.

LOS ANGELES: Banyak orang tua banyak memberikan Vicks VapoRub pada anak yang memiliki batuk atau pilek-karena hal tersebut adalah yang dilakukan oleh para orang tua kepada anak mereka. Tapi untuk anak-anak dibawah dua tahun, obat tersebut bisa berbahaya, terutama ketika diterapkan langsung dibawah hidung, para peneliti memperingatkan hal ini kemarin.

Menurut laporan, dari “Jurnal American College of Chest Physicians”, Para peneliti mengatakan bahwa menggunakan produk Procter & Gamble Co untuk menghilangkan batuk dan hidung tersumbat pada anak-anak di usia ini mungkin dapat menyebabkan masalah pernapasan berat dimana dapat meningkatkan jumlah produksi lendir dan peradangan. Resiko dari salep datang dari ulasan Dr. Bruce Rubin dan rekan-rekannya ketika mereka menerapkannya pada seorang anak gadis umur 18-bulan yang sehat untuk dibawa ke ruang gawat darurat oleh kakek neneknya setelah mendapatkan infeksi pernapasan yang muncul secara tiba – tiba yang sangat buruk sekali.

Dr. Rubin, penulis utama dari laporan tersebut, mengatakan bahwa bahan dalam Vicks bisa memicu iritasi, menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak lendir untuk melindungi jalannya pernapasan.

Dan karena bayi dan anak-anak memiliki saluran udara yang lebih sempit dibandingkan orang dewasa, setiap adanya aktifitas peningkatan lendir atau pembengkakan hal tersebut dapat mempersempit saluran pernafasan mereka secara parah.

“Saya sarankan jangan pernah menggunakan Vicks, atau dibawah hidung siapa saja-baik dewasa atau anak-anak,” Dokter anak dari Universitas Wake Forest Scholl of Medicine di North Carolina mengatakan dalam sebuah pernyataannya, menambahkan bahwa dia tidak akan menggunakannya pada anak dibawah usia dua tahun.

Label Vicks VapoRub ini menyebabkan adanya penggunaan produk mereka pada pada anak-anak dibawah usia dua tahun, tapi banyak sekali orang tua melakukannya, menempatkan bayi – bayi mereka lebih beresiko, kata para ahli.

Kasus gadis tersebut diketuai oleh Dr. Rubin dan rekan-rekannya untuk mempelajari musang, yang memiliki anatomi saluran udara sama dengan manusia. Dalam hewan dengan infeksi dada, produk tersebut meningkatkan sekresi lendir dan penurunan kemampuan hewan untuk membersihkan lendir.

“Kami mampu mendokumentasikan perubahan tersebut yang kami pikir wajib untuk menjelaskan hal ini,” kata Dr. Rubin. Salep juga dapat memperlambat aksi rambut seperti silia di tenggorokan yang membawa lender pergi.

Tim sejak telah mengidentifikasi tiga bayi lebih untuk dibawa ke ruang gawat darurat dengan masalah pernapasan setelah dirawat dengan Vicks VapoRub. Empat bayi pulih dengan cepat setelah penerapan salep dihentikan.

Sementara para peneliti hanya menguji produk Vicks, Dr. Rubin mengatakan bahwa produk serupa, termasuk versi generik, bisa menimbulkan efek negatif yang sama pada bayi dan balita.

Dr. David Bernens, Juru Bicara Procter & Gamble, mengatakan, temuan tersebut datang sebagai sebuah kejutan.

“Vicks VapoRub telah terbukti aman dan efektif melalui beberapa uji klinis. Produk ini telah ada di pasaran selama lebih dari 100 tahun, “kata Mr. Bernens, mencatat bahwa label produk tersebut tidak boleh digunakan pada anak-anak dibawah usia dua tahun tanpa saran dokter, dan tidak digunakan dibawah hidung.

“Kami memperingatkan orang-orang untuk tidak melakukan hal itu,” jelasnya.

Para dokter anak yang teliti tidak akan merekomendasikan bahwa orang tua wajib menggunakan Vicks VapoRub, “karena belum terbukti efektif,” kata Dr .Daniel Craven, seorang pulmonologis anak, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Para dokter anak dan otoritas kesehatan akhir-akhir ini telah memperingatkan orang tua tentang resiko penggunaan obat batuk dan dekongestan pada bayi dan anak-anak.

“Untuk membantu sistem kekebalan tubuh, hal terbaik adalah cinta dan pelukan, cairan hangat seperti sup ayam, dan waktu,” kata Dr. Craven.

Dokter Singapura tidak memberikan resep salep untuk mengobati masuk angin

Para dokter Singapura mengatakan mereka tidak akan menyarankan pasien untuk menggunakan Vicks VapoRub untuk mengobati masuk angin dimana salep tersebut belum terbukti untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Dan dalam beberapa kasus, bahkan produk tersebut dapat membuat hidung tersumbat parah, kata mereka.

Dr. Kevin Soh, seorang dokter bedah telinga, hidung dan tenggorokan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, mengatakan produk tersebut tidak berpengaruh nyata pada kondisi masuk angin. “Produk ini mungkin menawarkan beberapa bantuan untuk pasien, namun pada kenyataannya, produk tersebut tidak mengurangi resistensi di saluran pernapasan pada hidung,” katanya.

Penggunaan dari salep benar-benar dapat membuat beberapa orang merasa lebih buruk. “Vicks VapoRub memiliki mentol dan beberapa bahan kimia lainnya didalamnya yang dapat membuat iritasi pada hidung secara lebih lanjut,” kata Dr. Soh.

Dia menambahkan bahwa hal tersebut juga bisa membahayakan bila diterapkan pada daerah dada atau tenggorokan pada seseorang. “Jika salep digunakan secara berlebihan, pasien akan bisa menghirup bahan kimia yang mudah menguap,” katanya.

Spesialis lainnya, Dokter Pernapasan Ong Kian Chung yang menjalankan praktek sendiri di Rumah Sakit Mount Elizabeth, mengatakan tidak ada “data yang meyakinkan” yang menunjukkan Vicks VapoRub ini benar-benar bekerja secara baik.

“Produk tersebut sering digunakan dan tersedia secara luas, tapi belum ada bukti dari manfaat yang sebenarnya,” katanya.

Kedua dokter tersebut mengatakan mereka tidak akan merekomendasikan salep untuk pasien mereka. Bagaimanapun, Dr. Soh menambahkan bahwa dia tidak akan meminta pasien untuk berhenti menggunakannya jika mereka tidak mengalami masalah apapun.

Spesialis juga bereaksi akan sebuah penelitian baru oleh para peneliti Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa penggunaan Vicks VapoRub pada anak-anak dapat menyebabkan masalah pada pernapasan yang parah.

Apabila produk tersebut diterapkan langsung dibawah hidung, dapat menyebabkan lender menjadi banyak, yang berpotensi sangat berbahaya bagi anak-anak karena mereka memiliki saluran udara yang lebih sempit, menurut penelitian tersebut.

Mengatasi temuan pada situs websitenya, Vicks mengatakan dalam sebuah pesan kepada orang tua bahwa temuan dari penelitian tersebut, yang didasarkan pada tes pada hewan, adalah hasil dari “relevansi klinis pada manusia yang tidak dikenal secara detail”.

“Keamanan dan khasiat dari Vicks VapoRub telah dibuktikan melalui uji klinis pada manusia secara jamak, yang telah melibatkan lebih dari 1.000 anak-anak yang memiliki umur satu bulan sampai 12 tahun,” menurut pernyataan tersebut.

Hal tersebut menambahkan bahwa salep tidak harus digunakan dalam lubang hidung dan harus dioleskan ke dada dan tenggorokan pada penggunaannya.

Para orang tua telah diwawancarai kemarin mereka mengatakan tidak akan berhenti menggunakan salep pada anak-anak mereka, meskipun mereka juga memastikan untuk menerapkannya hanya untuk daerah dada.

Desainer grafis paruh waktu bernama Jessica Wong, umur 31 tahun, yang memiliki putri berusia 14 bulan, mengatakan: “Saya menggunakannya untuk dioleskan sedikit pada hidungnya ketika dia mendapat kondisi masuk angin yang benar-benar parah tapi aku menyimpannya untuk pengobatan pada anak – anaknya untuk waktu berikutnya” .