‘Beberapa hari, saya tidak bisa benar-benar berkonsentrasi pada apa pun kecuali bersin dan pilek, dan akan berakhir seperti merasa lelah”. Siswa bernama Georgina Wong, umur 17 tahun, yang memiliki sinusitis kronis. Pada tahun 2006, operasi sinus endoskopik fungsional dilakukan kepada dirinya untuk menhilangkan jaringan yang terinfeksi dan membersihkan lendir yang terperangkap.

Untuk Georgina Wong, memiliki sinusitis kronis berarti tidak hanya mendengus dan bersin sepanjang hari, tapi kehilangan tidur di malam hari juga.

“Saya menemukan diri saya bangun kebanyakan di tengah malam sepertinya saya kesulitan bernapas melalui hidung saya,” kata  siswa Canadian International School yang berusia 17 tahun.

Dia menambahkan bahwa serangan sinusitisnya, bisa berlangsung selama beberapa jam atau bahkan sepanjang hari, akan menyebabkan pipinya terasa sakit dan sering membuatnya merasa lelah.

“Beberapa hari, saya tidak bisa benar-benar berkonsentrasi pada apa pun kecuali bersin dan sakit, dan akan berakhir dengan lelah,” katanya.

Georgina pertama kali didiagnosis dengan kondisinya oleh dokter anak ketika dia berusia delapan tahun.

Di atas alergi, dia juga memiliki kondisi yang mendasarinya dikenal sebagai sindrom imotil silia, yang mempengaruhi kemampuan tubuhnya untuk membersihkan lendir dari saluran pernapasannya.

Kombinasi dari kondisi – kondisi ini cenderung membuat dia untuk terinfeksi sinus dalam kategori sering, yang akhirnya menyebabkan sinusitis pada tahap kronis. Mengingat usia muda pada saat itu, dokter tidak merekomendasikan operasi, sehingga dia berhasil melewati kondisinya dengan antihistamin dan obat-obatan steroid.

Dia juga menggunakan pengobatan di rumah seperti inhalasi uap dan minyak kayu putih untuk memberikan beberapa bantuan selama serangan sinusitis.

Orangtuanya juga membawanya ke dokter telinga, hidung dan tenggorokan (THT) pada beberapa kesempatan untuk prosedur ekstraksi lendir yang dibersihkan pada sinusnya selama beberapa bulan.

“Setelah sesi yang dia lewati, dia akan baik-baik saja untuk sementara waktu tetapi infeksi selalu bisa datang kembali,” kata ayahnya, Tuan David Wong, umur 48 tahun, seorang broker komoditas.

Pada tahun 2006, operasi sinus endoskopik fungsional dilakukan kepada dirinya, setelah dokter THT-nya menemukan saluran sinus parah yang meradang pada sebuah scan.

Operasi selama lima jam dapat membantu untuk menghilangkan jaringan yang terinfeksi dan membersihkan lendir yang terperangkap.

Sejak pergi untuk melakukan operasi, dia mengatakan bahwa dia telah menggunakan pembilas hidung setiap hari untuk mencegah infeksi  secara lebih lanjut. Dia juga telah berhati-hati untuk menghindari hal – hal yang memperparah alergi dan menjaga kebersihannya secara baik.

Lega sekarang bahwa cobaan yang panjang dengan kondisi yang terlihat pada saat dicek, dia menikmati dalam memiliki malam yang lebih damai untuk tidur.

“Saya tidak memiliki sebuah hidung berjalan tidak konstan lagi,” katanya.

“Saya bisa berkonsentrasi lebih baik pada siang hari dan pekerjaan sekolah saya sangat kecil untuk terganggu daripada waktu sebelumnya”.